Senin, 10 Desember 2012

contoh mitos : nyi roro kidul

Nyi Roro Kidul
            Pada jaman dahulu ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang tampan, gagah, baik hati, adil, arif, dan bijaksana yang bernama Raja Mundingwangi. Bersama permaisurinya, Raja Mundingwangi dikaruniai seorang putri yang cantik bernama Dewi Kadita. Raja Mundingwangi sangat menyayanginya. Namun ingin memiliki anak laki-laki yang akan meneruskan tahtanya kelak. Setelah bertahun-tahun ternyata permaisuri tidk dapat memberinya keturunan lagi sehingga Raja Mundingwangi tidak dikaruniai anak laki-laki. Ia menjadi bingung dan gelisah siapa yang akan meneruskan tahtanya. Kemudian Raja Mundingwangi menikah lagi dengan Dewi Mutiara. Dari pernikahannya yang kedua itu, lahirlah seorang anak laki-laki. Raja Mundingwangi sangat bahagia begitu pula dengan Dewi Mutiara. Selama ini Dewi Mutiara berbaik hati pada putri Raja Mundingwangi, namun lama-kelamaan ia menjadi iri dan dengki kepada Dewi Kadita sebab Raja Mundingwangi sangat menyayanginya sedangkan ia hanya selir rajaa. Dewi Mutiara tidak ingin Raja Mundingwangi terlalu menyayangi Dewi Kadita. Ia takut kalau nanti Dewi Kadita justru memperolah tahta dari Raja Mundingwangi. Dewi Mutiara ingin anaknya lah yang akan menjadi pengganti Raja Mundingwangi sebab putranya lah yang berhak mendapatkan tahta karena dia seorang laki-laki. Rasa cemburu dan iri Dewi Mutiara semakin besar, ia berniat untuk menyingkirkan Dewi Kadita. Dewi Mutiara pun datang ke tempat seorang dukun dan menyuruhnya untuk mengguna-gunai Dewi Kadita. Akhirnya dukun itu pun memenuhi permintaan Dewi Mutiara. Ia mengirimkan penyakit kulit pada Dewi Kadita.
Keesokan harinya ketika bangun tidur seluruh tubuh Dewi Kadita terkena penyakit kulit yang amat menjijikkan. Dewi Mutiara memanfaatkan kesempatan itu untuk mempengaruhi Raja Mundingwangi. Setiap hari ia mengadu domba Raja Mundingwangi.
“Bagaimana jika penyakit yang diderita Dewi Kadita itu menular ke semua orang di istana ini Raja?” ucap Dewi Mutiara “Apalagi jika menyebar ke seluruh pelosok negeri ini” tambahnya.
Raja Mundingwangi semakin bingung. Kemudian Dewi Mutiara menyarankan agar Dewi Kadita diusir saja dari istana. Karena terpengaruh oleh bujukan Dewi Mutiara akhirnya dengan berat hati Raja Mundingwangi pun mengusir Dewi Kadita, putri yang amat disayanginya. Melihat itu semua Dewi Mutiara sangat senang karena itu artinya tidak ada lagi yang akan menghalanginya untuk menjadikan putranya sebagai penerus tahta Raja.
Sementara itu Dewi Kadita meninggalkan istana dengan ikhlas tanpa rasa dendam sedikitpun. Ia berjalan ke arah selatan hingga sampai di laut selatan. Ketika sedang berjalan tiba-tiba terdengar suara, “Ceburkan dirimu ke laut ,Nak!”. Dewi Kadita menoleh tetapi tidak ada siapa-siapa. Ia pun terus berjalan namun suara itu terdengar lagi, “Ceburkan dirimu ke laut, Nak!”. Dewi Kadita bingung namun ia tetap berjalan. Setelah suara itu terdengar untuk yang ketiga kalinya akhirnya Dewi Kadita pun menuruti suara itu. Ia menceburkan dirinya ke laut. “Byuurr...!” Seketika penyakit kulit yang diderita oleh Dewi Kadita menghilang. Ia menjadi cantik lagi, bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Konon oleh para dewa di kahyangan, Dewi Kadita diberi gelat sebagai Nyi Roro Kidul dan menguasai seluruh pantai selatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar